Profil

Rumah Sakit Kebon Jati

RUMAH SAKIT KEBON JATI

didirikan oleh perkumpulan masyarakat Tionghoa pada sekitar tahun 1943 dengan nama Chung Hua Ie Yuen yang berarti Rumah Sakit Tionghoa yang tergabung dalam Yayasan Chung Hua Chung Hui dengan gedung dan fasilitas yang sederhana diawali dengan pembukaan poliklinik. Dengan dibukanya poliklinik yang sederhana tersebut membangkitkan semangat para pengurus yayasan untuk meningkatkan kesadaran di kalangan masyarakat akan pentingnya hidup sehat. Dari waktu ke waktu Rumah Sakit Kebon Jati terus berkembang dan semakin dikenal luas. Sambutan masyarakat semakin meningkat hal ini dapat dilihat dari datayang berkunjung ke Rumah Sakit Kebon Jati banyak yang datang dari luar wilayah kota Bandung .

Dalam segi fisik dari waktu ke waktu Rumah Sakit Kebon Jati mengalami perubahan Tahun 1948 menambah fasilitas diunit rawat jalan dan rawat inap . Tahun 1968 pembangunan dilanjutkan sehingga gedung menjadi tiga lantai . Peresmian gedung pada saat itu dilakukan oleh Menteri Kesehatan Dr. Siwabessy pada tahun 1972.Tahun 1999- 2000 dibangun Ruang Perawtan VIP dan Kelas Utama serta perbaikan tampak depan rumah sakit. Keberadaan Rumah Sakit Kebon Jati tetap eksis dalam keadaan apapun . Tahun 2001 telah terakreditasi Dasar , tahun 2008 telah terakreditasi lanjutan dari Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

VISI MISI

Rumah Sakit Kebon Jati

VISI

Mewujudkan Rumah Sakit Menjadi Pilihan Utama Masyarakat Kota Bandung Dengan Pelayanan Prima Dan Kenyamanan Bagai Di Rumah Sendiri

Nilai – nilai :

  • Profesional
  • Santun dan ramah
  • Cermat
  • Tegas, andal dan tidak memberikan putusan yang berlarut – larut
  • Tidak mempersulit
  • Adil dan tidak diskriminatif 

MISI

 Misi Rumah Sakit Kebonjati :
  • Menjaga komitmen untuk terus maju dan memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu, terjangkau dan non diskriminatif
  • Memperkuat dan mengembangkan sumber daya manusia dan fasilitas yang dimiliki mengikuti dinamika permintaan pasar
  • Mendukung program pemerintah di bidang kesehatan
  • Mengembangkan model komunikasi yang efektif antara seluruh pemberi pelayanan dengan pasien dan keluarganya